Pengambilan Data dan Angka Penting
Hayooooo otak aku isi kau dengan yang
bermanfaat he...mulai semester dua harus lebih rajin,mulai dari tugas
Kimia Analis yang telat di kumpulin gara2 blog nya gak bisa di buka
(Lupa paswords) he...mulai buat baru dan jreng...jreng....emh...awalnya pusing nyampe 3 kali balikan buat blog ini,mulai dari lupa
paswords nyampe buat lagi email baru,mulai dari jam 10 malem nyampe jam
1 malem,mulai dari ngarang cerita nyampe nyari referensi buat di tulis
di blog ini...emh campurrrrrr aduk tapi seneng akhirnya berhasil
he....bener gak ada yang gak bisa kalo mau sedikit berusaha di atas
rata-rata he,,,,alhasil ini dia ceritanya emh Tugas pertama Kimia
Analis.
Pengambilan Data dan Angka Penting
Ngebahas materi yang satu ini gak kan
jauh dari ukur-mengukur dimana dalam pengukuran selalu disertai dengan
ketidakpastian yang terdapat dalam suatu hasil ukur,kesalahan-kesalahan
dalam pengukuran dapat terjadi karena:
- kesalahan umum: salah baca alat ukur,penyetelan yang tidak tepat,dan pemakaian alat yang tidak sesuai
- Kesalahan sistemik: Kekurangan alat ukur tersebut dan faktor lingkungan
- Kesalahan Acak: kesalahan yang tidak disengaja karena pengambilan data secara acak
Pengambilan Data merupakan suatu
proses dalam pengukuran untuk memperoleh data, karena dalam pengumpulan
data pengukuran tersebut terdapat ketidakpastian yang di sebabkan
kesalahan yang telah di jelaskan di atas,maka dalam pengukuran kita
mengenal Angka Penting,angka penting adalah angka yang di dapat
dari data hasil pengukuran yang kita lakukan dimana dalam angka penting
tersebut terdapat Angka Pasti dan Angka Taksiran. Angka Pasti adalah angka yang di tunjukkan pada skala alat ukur ,sedangkan Angka Taksiran adalah hasil data yang diperoleh dengan memperkirakannya (angka terakhir dari suatu bilangan penting)
Aturan dalam Angka Penting :
- Semua angka bukan nol adalah angka penting
- Angka nol yang terletak di antara dua angka bukan nol termasuk angka penting,contoh: 3,002 memiliki 4 angka penting.
- Semua angka nol yang terletak pada deretan akhir dari angka-angka yang di tulis di belakang koma desimal termasuk angka penting.contoh: 0,03600 memiliki 4 angka peting dan 2,30 memiliki 3 angka penting
- Dlam notasi ilmiah,semua angka sebelum orde termasuk angka penting,contoh 2,6x10npangkat empat memiliki dua angka penting
- Angka-angka nol yang di gunakan hanya untuk tempat titik desimal adalah bukan angka penting,contoh: 0,0075 memiliki 2 angka penting.
Hasil dari penjumlahan atau pengurangan hanya boleh mengandung satu angka taksiran
contoh:
4,461 ---> 1 adalah angka taksiran
1,o7 + ---> 7 adalah angka taksiran
5,531 ---> ada dua angka taksiran
sehingga dibulatkan menjadi 5,53; karena hanya boleh mengandung satu angka taksiran.
Aturan Perkalian atau Pembagian
Hasil operasi perkalian atau pembagian hanya boleh memiliki angka penting sebanyak bilangan yang angka pentingya paling sedikit
contoh:
2,42 ---> 3 angka penting
1,2 x ---> 2 angka penting
2,904 ---> 4 angka penting
Dibulatkan menjadi 2,9 (2 angka penting)
Dapat diambil contoh jika kita melakukan praktikum titrasi,dalam pembacaan buret salbah yang dibaca adalah bagian atas pada miniskus cekung tanda angka,yang pasti menunjukan angka bulat disertai 2 angka di belakang koma misal nya volume yang ditujukan 9.55,
0,55 tersebut merupakan angka taksiran yang menyatakan ketidakpastian suatu pengukuran yang di sebabkan karena kurang telitinya alat tersebut,atau kesalahan dari praktikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar