Selasa, 28 Februari 2012


Pengambilan Data dan Angka Penting

Hayooooo otak aku isi kau dengan yang bermanfaat he...mulai semester dua harus lebih rajin,mulai dari tugas Kimia Analis yang telat di kumpulin gara2 blog nya gak bisa di buka (Lupa paswords) he...mulai buat baru dan jreng...jreng....emh...awalnya pusing nyampe 3 kali balikan buat blog ini,mulai dari lupa paswords nyampe buat lagi email baru,mulai dari jam 10 malem nyampe jam 1 malem,mulai dari ngarang cerita nyampe nyari referensi buat di tulis di blog ini...emh campurrrrrr aduk tapi seneng akhirnya berhasil he....bener gak ada yang gak bisa kalo mau sedikit berusaha di atas rata-rata he,,,,alhasil ini dia ceritanya emh Tugas pertama Kimia Analis.
Pengambilan Data dan Angka Penting
Ngebahas materi yang satu ini gak kan jauh dari ukur-mengukur dimana dalam pengukuran selalu disertai dengan ketidakpastian yang terdapat dalam suatu hasil ukur,kesalahan-kesalahan dalam pengukuran dapat terjadi karena:
  1.  kesalahan umum: salah baca alat ukur,penyetelan yang tidak tepat,dan   pemakaian alat yang tidak sesuai
  2. Kesalahan sistemik: Kekurangan alat ukur tersebut dan faktor lingkungan
  3. Kesalahan Acak: kesalahan yang tidak disengaja karena pengambilan data secara acak  
Pengambilan Data merupakan suatu proses dalam pengukuran untuk memperoleh data, karena dalam pengumpulan data pengukuran tersebut terdapat ketidakpastian yang di sebabkan kesalahan yang telah di jelaskan di atas,maka dalam pengukuran kita mengenal Angka Penting,angka penting adalah angka yang di dapat dari data  hasil pengukuran yang kita lakukan dimana dalam angka penting tersebut terdapat Angka Pasti dan Angka Taksiran. Angka Pasti adalah angka yang di tunjukkan pada skala alat ukur ,sedangkan Angka Taksiran adalah hasil data yang diperoleh dengan memperkirakannya (angka terakhir dari suatu bilangan penting)

Aturan dalam Angka Penting :
  1. Semua angka bukan nol adalah angka penting
  2. Angka nol yang terletak di antara dua angka bukan nol termasuk angka penting,contoh: 3,002 memiliki 4 angka penting.
  3. Semua angka nol yang terletak pada deretan akhir dari angka-angka yang di tulis di belakang koma desimal termasuk angka penting.contoh: 0,03600 memiliki 4 angka peting dan 2,30 memiliki 3 angka penting 
  4. Dlam notasi ilmiah,semua angka sebelum orde termasuk angka penting,contoh 2,6x10npangkat empat memiliki dua angka penting 
  5. Angka-angka nol yang di gunakan hanya untuk tempat titik desimal adalah bukan angka penting,contoh: 0,0075 memiliki 2 angka penting.
Aturan Penjumlahan atau pengurangan 
Hasil dari penjumlahan atau pengurangan hanya boleh mengandung satu angka taksiran 
contoh:
4,461       ---> 1 adalah angka taksiran
1,o7  +     ---> 7 adalah angka taksiran
5,531       ---> ada dua angka taksiran 
 
sehingga dibulatkan menjadi 5,53; karena hanya boleh mengandung satu angka taksiran.

Aturan Perkalian atau Pembagian 
Hasil operasi perkalian atau pembagian hanya boleh memiliki angka penting sebanyak bilangan yang angka pentingya paling sedikit
contoh:
2,42    ---> 3 angka penting
1,2  x  ---> 2 angka penting
2,904  ---> 4 angka penting 
Dibulatkan menjadi 2,9 (2 angka penting)
 
Dapat diambil contoh jika kita melakukan praktikum titrasi,dalam pembacaan buret salbah yang dibaca adalah bagian atas pada miniskus cekung tanda angka,yang pasti menunjukan angka bulat disertai 2 angka di belakang koma misal nya volume yang ditujukan 9.55,
0,55 tersebut merupakan angka taksiran yang menyatakan ketidakpastian suatu pengukuran yang di sebabkan karena kurang telitinya alat tersebut,atau kesalahan dari praktikan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar